Tips Membeli Mixer : Pengaduk Adonan Roti – Kue


Mixer : Pengaduk adonan roti dan kue

Jaman dahulu jika ingin membuat roti atau kue, kita harus mengocok putih telur, krim, dan bahan adonan lainnya dengan pengaduk adonan kue yang sederhana sampai tangan terasa pegal-pegal. Sekarang pekerjaan mengaduk adonan itu bisa dilakukan dengan alat pengaduk adonan roti dan kue yaitu mixer.

mixer pengaduk adonan roti

Alat dapur yang digerakkan oleh energi listrik tersebut sangat membantu pekerjaan ibu-ibu atau koki dalam membuat roti dan kue. Bisa dibilang mixer merupakan peralatan dapur yang wajib dimiliki oleh mereka yang hobby membuat roti atau kue.

Mengaduk adonan mungkin merupakan bagian paling melelahkan dalam proses membuat roti atau kue secara tradisional. Pekerjaan tersebut harus dilakukan dengan penuh kesabaran agar semua bahan tercampur dengan sempurna. Dengan menggunakan mixer, pekerjaan mengaduk adonan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak tenaga.

Jika Anda hobby membuat kue dan roti serta berniat membeli mixer, berikut ini adalah uraian singkat tips membeli mixer : alat untuk mengaduk adonan roti atau kue.

Jenis-jenis mixer  

Sebelum membeli mixer perlu diketahui dahulu bahwa ada tiga jenis mixer roti dan kue yaitu : stand mixer, hand mixer dan stick mixer. Berikut pejelasannya :

1. Stand mixer. Disebut pula mixer berdiri, gambarnya seperti yang ada di awal tulisan ini. Jenis ini punya wadah khusus adonan yang besar dan biasanya dilengkapi sedikitnya tiga macam pengaduk yang bisa digonta-ganti sesuai adonan. Cara menggunakan mixer ini adalah dengan didirikan atau diletakkan diatas meja. Dengan segala kelebihannya, stand mixer dapat mengatasi pekerjaan mengaduk bermacam-macam adonan dan mampu mengaduk dalam volume yang besar pula.

2. Hand mixer. Disebut pula mixer genggam. Jenis ini biasanya memiliki dua pengaduk adonan atau pengaduk kembar yang mampu mencampurkan banyak udara ke dalam adonan sehingga cocok untuk membuat kue. Ukurannya kecil dan praktis, tapi bisa melelahkan jika digunakan untuk mengaduk semua bahan kue dalam jumlah yang banyak.

3. Stick mixer. Disebut pula mixer tongkat atau blender tangan. Ini adalah alat terkecil dan bobotnya paling ringan dibandingkan dua jenis mixer lainnya. Cara menggunakannya cukup memasukan alat ke dalam mangkuk atau wadah yang sudah berisikan bahan makanan yang akan di mix atau dicampur. Stick mixer hanya cocok digunakan untuk mengaduk dalam jumlah terbatas. Selain itu biasanya lebih banyak difungsikan untuk memblender buah atau sayuran.

Masing-masing jenis mixer memiliki kelebihan dan kekurangan. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara memilih mixer yang tepat diantara ketiga jenis pengaduk adonan tersebut diatas. Artinya fitur-fiturnya pas dengan kebutuhan, tidak kurang dan tidak berlebihan. Jika fiturnya kurang maka pekerjaan tidak optimal, dan jika berlebihan maka artinya pemborosan.

Pertimbangan sebelum membeli mixer

1. Pengoperasian tidak berisik. Pilih mixer yang suaranya tidak berisik saat dioperasikan. Saat mixer bekerja jangan sampai timbul suara gemeretak atau menderu.

2. Bobot. Untuk stand mixer sebaiknya pilih unit yang kokoh sehingga tidak mudah terguncang atau roboh saat dioperasikan. Tapi pada sisi lain juga tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan dari lemari ke atas meja saat mau digunakan, ataupun sebaliknya saat mau disimpan.

3. Kontrol kecepatan. Fitur kontrol kecepatan tidak boleh rumit. Petunjuk dan angkanya harus jelas. Tiga tingkat kecepatan biasanya sudah memadai. Tapi jika sering membuat kue dalam jumlah banyak, ada pilihan lain yaitu mixer dengan 6 tingkat kecepatan.

4. Ukuran dan kapasitas. Mixer ukuran 4,5 liter – 5 liter sudah cukup ideal untuk mengaduk adonan. Jika masih kurang, karena frekuensi membuat adonan kue cukup tinggi, masih ada pilihan mixer kapasitas 6 liter.

5. Pengaduk dan tambahan lain. Hand mixer biasanya mempunyai pengaduk kembar, sedangkan stand mixer jumlah pengaduknya bisa lebh dari tiga, tergantung model dan pembuatnya. Pengaduk yang baik biasanya terbuat dari stainless steel.

Pilih mana : stand mixer atau hand mixer ?

Stand mixer merupakan peralatan dapur yang ukurannya relatif kecil, dibandingkan peralatan dapur lainnya, tapi harganya cukup mahal. Selain itu mixer berdiri ini lumayan menyita banyak tempat dalam mengoperasikannya. Karena itu perlu mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya sebelum menjatuhkan pilihan pada stand mixer tertentu. Memilih mixer yang tepat sejatinya adalah menilai sejauh mana kebutuhan kita dalam soal aduk-mengaduk adonan. Lalu membandingkan kelebihan dan kekurangan beberapa model alat pengaduk adonan itu dan kemudian memilih pengaduk adonan dianggap paling tepat.

Sebelum memutuskan membeli stand mixer atau hand mixer, perlu disadari bahwa harga stand mixer cukup mahal, ukurannya lumayan besar dibandingkan jenis lainnya, dan bobotnya berat. Pertimbangkan apakah kebiasaan Anda dalam membuat kue sudah match dengan kelengkapan fitur pada stand mixer. Jika Anda sering membuat roti dan kue tiap bulannya misalnya untuk arisan, pertemuan keluarga, untuk dijual dan lain-lain, maka sebuah stand mixer sepertinya cocok untuk Anda.

Untuk keperluan membuat kue yang tidak terlalu banyak, pengaduk adonan model hand mixer sudah cukup memadai. Hand mixer harganya lebih murah, ukurannya lebih kecil dan bobotnya lebih ringan dari pada stand mixer. Alat mixer genggam ini sudah punya beberapa setting kecepatan, dan mampu menangani keperluan seperti mengocok telur, mengaduk adonan dll.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan : Hand Mixer vs Stand Mixer

Beberapa merk mixer yang bagus dan terkenal
Merk mixer yang bagus dan terkenal diantaranya adalah : KitchenAid, Kenwood, Breville, Bosch dll. Baca juga : 10 Mixer Roti Terbaik 2013 - 2014

Itulah tips singkat sebelum membeli mixer atau pengaduk adonan. Jika Anda punya tips tambahan mohon bagikan pada kami.

0 Response to "Tips Membeli Mixer : Pengaduk Adonan Roti – Kue"

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *