Kitchen Set Dari Kayu Olahan : Kelebihan dan Kekurangannya


Kitchen set modern minimalis sedang di sukai banyak orang. Kitchen set dengan desain seperti itu membuat tampilan dapur lebih simple namun tetap elegan dan nyaman, sehingga bekerja di dapur juga lebih semangat.

Di pasaran tersedia banyak kitchen set dengan bahan material berbeda-beda. Ada yang dari kayu solid ada juga kitchen set dari kayu olahan.

Kitchen set multipleks - plywood
Sumber : Bukalapak

Nah, sebelum memasang atau membeli kitchen set, sebaiknya pahami dulu material pembuat kitchen set tersebut. Karena masing-masing material memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ulasan singkat ini akan membahas kelebihan dan kekurangan kitchen set dari kayu olahan, agar kita tidak salah pilih atau salah beli.

Kelebihan kekurangan kitchen set dari kayu olahan

#1. Kitchen set multipleks (plywood)

Multipleks (plywood) adalah jenis kayu olahan yang kuat. Multipleks atau plywood terbuat dari kulit kayu berlapis yang dipress dengan tekanan tinggi, misalnya dari kayu meranti. Meranti adalah salah satu jenis kayu yang awet dan kuat.

Kayu multiplek dibuat sedemikian rupa dimana permukaan luarnya lebih kuat dibandingkan bagian tengah. Tujuannya agar kayu multiplek lebih tahan terhadap pemuaian dan penyusutan, serta tidak mudah ditekuk. Jika digunakan dengan benar kitchen set dari plywood mampu bertahan lebih dari 10 tahun.

Kelebihan kitchen set multipleks (plywood) :

- Tekstur lapisan kayunya rapat
- Daya tahan terhadap air bagus
- Awet dan kokoh
- Cocok untuk dapur basah

Kekurangan : Harga lebih mahal.

#2. Kitchen set blockboard

Sama-sama dari jenis kayu olahan, blockboard sesungguhnya mirip dengan multipleks. Perbedaannnya adalah blockboard dibuat dari potongan-potongan kayu yang disusun secara horizontal, sedangkan kayu multipleks disusun secara vertikal. Contoh kayu blockboard misalnya dibuat dari sengon laut. Sengon laut merupakan kayu yang kokoh dan tahan air.

Kelebihan kitchen set blockboard :

- Tahan terhadap air
- Harga lebih murah dari multipleks

Kekurangan : kurang awet dibandingkan dengan multipleks

#3. Kitchen set dari MDF

MDF adalah singkatan dari Medium Density Fiberboard. Yaitu jenis kayu olahan dari serbuk kayu yang dipress dengan tekanan tinggi. Material MDF sering dipakai sebagai rangka pembuat furniture, termasuk kitchen set.

Kelebihan kitchen set MDF :

- Harga relatif murah
- Permukaannya lebih halus
- Ketebalannya presisi
- Fleksibel dan mudah ditekuk

Kekurangan :

- Tidak tahan air
- Tidak cocok untuk dapur basah
- Kurang awet

#4. Kitchen set dari HPL

Yang terakhir ini adalah tentang pelapis yang sering digunakan pada kitchen set.

Apa itu HPL ? HPL adalah singkatan dari High Pressure Laminate. Yaitu bahan pelapis berbentuk lembaran yang digunakan sebagai penutup paling atas suatu furniture atau mebel. HPL terbuat dari resin dan decorative paper yang memiliki corak dan warna yang beragam. HPL biasa digunakan untuk menambah kesan estetika kitchen set.

Kelebihan :

- Sangat praktis untuk diaplikasikan,
- Banyak corak dan warna
- Mudah dibersihkan
- Aman dan ramah lingkungan
- Harga terjangkau

Kekurangan :

- Corak dan warna HPL kualitasnya masih dibawah finishing lain seperti cat.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Kitchen Set Aluminium

Sebagai penutup, jika Anda ingin bahan kayu olahan untuk kitchen set, maka pilihan yang paling baik adalah kayu multipleks atau plywood. Meskipun harganya lebih mahal namun sebanding dengan kualitasnya, karena lebih kuat, awet dan tahan air.

0 Response to "Kitchen Set Dari Kayu Olahan : Kelebihan dan Kekurangannya "

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *